Prospek Petani Indonesia Tidak Menarik Lagi... Kenapa?

 

https://tani-duniaku.blogspot.com

Prospek Petani Indonesia Tidak Menarik Lagi... Kenapa? Ada beberapa alasan yang menyebabkan generasi muda saat ini kehilangan minat di bidang pertanian. Di antara semuanya, ada tiga stigma yang tumpang tindih di sektor ini yang perlu diperhatikan: rendahnya keterampilan dan padat karya, kurang berkembang, dan tidak stabil.

Pertanian sering dikaitkan dengan pekerjaan manual yang menuntut fisik. Hal ini mungkin benar di beberapa daerah di Indonesia. Meskipun ada pengenalan teknologi pertanian yang canggih, mekanisasi dan adopsi teknologi masih cukup rendah, dengan 87,59% rumah tangga petani masih memilih untuk menggunakan metode konvensional dalam bertani.

Hal yang sama berlaku untuk digitalisasi. Temuan ini mungkin berkorelasi dengan rendahnya literasi teknologi di kalangan petani karena kesenjangan usia dan pendidikan, karena banyak petani yang hanya lulus sekolah dasar.

Stagnasi ini kemudian menjadikan lebih sedikitnya ruang untuk perbaikan dan inovasi di dalam komunitas petani. Memang, perusahaan rintisan / startup teknologi pertanian telah bermunculan dalam beberapa tahun terakhir untuk mengatasi masalah ini.

Namun, pengembangan tersebut sebagian besar terkonsentrasi dan hanya terlihat di sisi hilir rantai pasokan; berfokus pada akses pasar, investasi modal, dan distribusi. Permasalahan di bagian hulu, dimana produksi barang pertanian berawal, membutuhkan perhatian yang sama dari para inovator dan petani muda untuk membuatnya lebih efisien, menciptakan produk berkualitas tinggi, dan dengan demikian menjadi kompetitif.

Pada akhirnya, semua masalah ini menciptakan persepsi bahwa menjadi petani tidak layak untuk diinvestasikan karena selalu menghadapi ketidakpastian dan tidak ada jaminan kesejahteraan dibandingkan dengan profesi lain. Sifatnya yang padat modal, baik secara fisik seperti yang telah disebutkan sebelumnya maupun secara finansial, tidak selalu membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Tantangan iklim dan cuaca, seperti gelombang panas El Nino yang melanda Indonesia saat ini dan kenaikan suhu yang tidak biasa, seringkali menyebabkan hasil panen sulit untuk diperkirakan. Gangguan rantai pasokan juga dapat menyebabkan harga komoditas anjlok sehingga petani sulit mencapai titik impas.

Belum lagi menyusutnya lahan pertanian karena perubahan tata guna lahan dan peran maladaptif tengkulak yang telah mengurangi kepercayaan terhadap pasar pertanian.

Post a Comment

Previous Post Next Post